Selasa, 02 Oktober 2012

CANGKRING, Jemaat GKJW Ke-154

CANGKRING, Jemaat GKJW Ke-154


GKJW CangkringMinggu, 15 Maret 2009, Greja Kristen Jawi Wetan kembali menambah jumlah jemaatnya dengan didewasakannya Calon Jemaat Cangkring menjadi jemaat GKJW ke-154.
Sebelumnya Calon Jemaat Cangkring adalah bagian dari GKJW Jemaat Sumbergondang. Kerja keras mulai dirintis setelah Pepanthan Cangkring dirubah statusnya menjadi “calon jemaat” pada tahun 2005. Warga jemaat mulai belajar tentang apa dan bagaimana menjadi jemaat dewasa. Setelah dirasa siap, Sidang Majelis Agung GKJW ke-99 di Batu memutuskan pendewasaan jemaat yang masuk dalam Majelis Daerah Surabaya Barat ini.
Cangkring sendiri adalah nama sebuah desa yang terletak di Kec Bluluk, Kab Lamongan. Di tempat inilah Tuhan menumbuhkan sebuah jemaatNya di dusun Boworejo. Saat ini GKJW Jemaat Cangkring memiliki warga 61 Kepala Keluarga dengan 231 jiwa. Setelah didewasakan GKJW Cangkring akan dilayani Pdt.Sumardi (pendeta baku jemaat Randurejo, Mojokerto) sebagai pendeta konsulen.
Ibadah pendewasaan GKJW Cangkring dilayani oleh Ketua Majelis Agung GKJW, Pdt. Iman Santoso, STh. Dalam khotbahnya, Pdt.Iman menyampaikan pentingnya sikap setia, penuh pengorbanan, rasa damai dalam setiap pelayanan. Jemaat hendaknya berkaca pada Ibu Theresa yang tetap setia untuk melayani. Dalam kesetiaan dibutuhkan pula pengorbanan untuk mendahulukan kepentingan orang lain dibanding kepentingan diri sendiri. Selain itu, jemaat hendaknya berupaya menciptakan damai, sebab kerukunan mustahil tercipta tanpa peran kita sendiri.
Sukacita kelahiran jemaat baru dirayakan dengan puji-pujian yang dipersembahkan Paduan Suara GKJW jemaat Jombang, Paduan Suara GKJW jemaat Sumbergondang, Paduan Suara GKJW jemaat Cangkring dan Paduan Suara anak-anak.
Menandai kedewasaan dan kemandirian jemaat Baru dilakukan juga penyerahan harta kekayaan gereja dari jemaat Sumbergondang kepada jemaat Cangkring. Berikutnya juga dilakukan penandatanganan prasasti peresmian jemaat Cangkring dan pembukaan kain selubung papan nama gereja yang dilakukan oleh ketua PHMA Pdt Iman Santoso Puro S.Th

ultras

Arti Ultras Dalam Sporter Sepak Bola

Apa Itu Ultras...???

Ultras mempelopori suporter yang amat terorganisir (highly organized) dengan gaya dukung 'teatrikal' yang kemudian menjalar ke negara-negara lain. Model tersebut sekarang telah begitu mendominasi di Prancis, dan bisa dibilang telah memberi pengaruh pada suporter Denmark 'Roligans', beberapa kelompok suporter tim nasional Belanda dan bahkan suporter Skotlandia 'Tartan Army'.

Model tersebut masyhur karena menampilkan pertunjukan-pertunjukan spektakuler meliputi kostum yang terkoordinir, kibaran aneka bendera, spanduk & panji raksasa, pertunjukan bom asap warna-warni, nyala kembang api (flares) dan bahkan sinar laser serta koor lagu dan nyanyian hasil koreografi, dipimpin oleh seorang CapoTifoso yang menggunakan megaphones untuk memandu selama jalannya pertandingan.

Baca selengkapnya »

curva boys 1967

SEJARAH CURVA BOYS 1967 X ULTRAS PESELA


Sejarah CURVA BOYS berawal ketika sekelompok kecil pemuda penggemar
PERSELA menemukan temp
at favorit mereka di kursi SEKTOR 9 SURAJAYA 
bagian utara, yang disebut sebagai CURVA NORD.


Kita adalah "ultras" yang pertama,Tapi mereka juga membuat wadah fans yang 
besar dan nyata.

"Non il ribelle, ma noi siamo uniti dalla PERSELA agli ultimi" . Yang mempunyai Arti ( Bukan pemberontak, tapi kami dipersatukan oleh PERSELA lalu )
"Kami BEDA,Kami ULTRAS PERSELA"

non formal


blue dolpin


joko widodo


Doakan Jokowi, Ibu-ibu Penuhi Jalanan Kampung
Posted by Ridwan Garcia
SOLO, suaramerdeka.com - Doa untuk pemenangan calon gubernur (cagub) DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) juga dilakukan di Jalan Kali Larangan, Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan, Rabu (19/9) pukul 20.00.
Berdasarkan pengamatan Suara Merdeka sejak pukul 19.00, warga dari penjuru di Kota Bengawan mulai memadati jalanan kampung itu. Terutama kalangan ibu-ibu. Tidak hanya berpakaian putih-putih, warga yang datang juga memakai pakaian khas ala Jokowi, kotak-kotak. Di tengah jalanan yang digelari karpet, poster besar cagub dan cawagub Jokowi-Basuki Tjahja Purnama juga dipasang.
Adalah Hasih (33), warga Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan itu, rela meluangkan waktunya demi mengikuti doa bersama tersebut. Dia bahkan mengajak orangtuanya, Ngadiyem (65) dan dua anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar menggunakan sepeda motor. “Biasanya kalau di rumah ya nyantai. Namun saya sudah janji pada diri sendiri beberapa hari lalu saat dapat informasi lewat brosur, akan datang. Karena saya bangga dipimpin Bapak Jokowi,” tutur ibu rumah tangga itu.
Baca selengkapnya »